-Jakarta-

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memperoleh tiga penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Rekor MURI) atas program Presisi yang dijalankannya. Presisi yang dipaparkan nya pada uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Rabu, 20 Januari 2021 kemarin. Presisi adalah singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan. Menurut Listyo, pendekatan ini bisa membuat pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat. Konsep ini juga tertuang dalam makalahnya berjudul “Transformasi Polri yang Presisi”.

“Konsep transformasi Polri yang ‘Presisi’ hadir melalui penekanan pada upaya pendekatan pemolisian yang prediktif diharapkan bisa membangun kejelasan dari setiap permasalahan keamanan dalam menciptakan keteraturan sosial di tengah masyarakat,” ujar Listyo Sigit Prabowo(LSP) kala itu. Guna mendukung program Presisi (PREdiktif, responSIbilitas, transparanS, berkeadIlan), ada 16 program prioritas sebagai Kapolri. Untuk mewujudkan 16 program prioritas Kapolri tersebut terbentuklah Posko Presisi yang mengawal dan memantau cita-cita semangat Presisi tersebut.

Kinerja kepolisian RI mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Keberhasilan Polri dalam memberantas praktik kriminal dan perbuatan melanggar hukum, baik di eksternal maupun internal, menjadi tolak ukur kepuasaan terhadap kinerja Korps Bhayangkara. Hal ini tergambar dari munculnya berbagai survey dari lembaga survey dan sentimen positif di beberapa bidang seperti kehadiran Polri saat masa pandemi Covid-19 cukup dirasakan masyarakat dan diapresiasi positif. Sepanjang Maret hingga Desember 2020, isu soal penanganan Covid-19 di-framing positif pula oleh media massa. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono membenarkan, upaya Polri dalam penanganan Covid-19 memang membuat tingkat kepercayaan masyarakat sangat meningkat.

Dalam penanganan Covid-19, Polri sudah melakukan beberapa upaya, seperti penerbitan maklumat Kapolri, menyiapkan 52 Rumah Sakit Bhayangkara sebagai rujukan pasien Covid-19, menyediakan 566 tenaga kesehatan, mendirikan 276.952 dapur umum bersama TNI, melakukan edukasi, penyemprotan disinfektan, pembubaran kerumunan, mengamankan distribusi bantuan sosial, dan mendorong ketahanan pangan. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indrarti mengatakan, situasi pandemi mendorong keaktifan peran Polri menjalankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri juga membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 secara preventif maupun preemtif.

Tindakan preventif, di antaranya sosialisasi protokol kesehatan dan membagikan masker gratis kepada pengendara. Sedangkan tindakan preemtif, di antaranya memantau penerapan protokol kesehatan dan menegakkan hukum bagi para pelanggarnya.
Seturut dengan itu, Poengky mengatakan, Polri banyak mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi warga yang terpuruk karena pandemi. Salah satunya dengan program kampung tangguh. Wujud dari program ini adalah mengadakan pemberdayaan ekonomi warga melalui kegiatan bercocok tanam dan beternak. Anggota Polri juga ikut bergotong-royong membantu proses kesembuhan warga yang terpapar Covid-19.

Trend positif tersebut juga terlihat dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, kinerja Polri sangat baik dalam menjaga keamanan publik. Hal itu, yang menurut Poengky, menjadi pembeda paling terlihat ketimbang pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Poengky juga mengapresiasi langkah Polri menangani pengerahan anak-anak dalam aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada Oktober dan November 2020. Usai mengamankan anak-anak yang terlibat demonstrasi, polisi kemudian melakukan rapid test kepada mereka. Polisi pun mengundang orang tua dan mengembalikan anak-anaknya untuk dibina lebih baik.
“Tindakan Polri tepat karena anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan politik, termasuk demonstrasi,” tuturnya. Dalam menunjang kinerja dan profesionalisme Polri, metode tersebut juga dinilai penting oleh Poengky. Scientific crime investigation, kata Poengky, sangat berguna untuk memperoleh hasil penyelidikan dan penyidikan yang valid.

Catatan dan jejak digital yang melekat ini tak lepas dark kinerja sang nakhoda yaitu Listyo Sigit Prabowo yang berhasil membawa institusi kearah yang baik yang menimbulkan harapan-harapan baru terhadap penegakan hukum dan pelayanan publik seperti yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia. (Mac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here