Kelompok relawan Jokowi berharap calon Panglima TNI dipilih berdasarkan profesionalitas, integritas dan keseimbangan antar matra. Kelompok relawan Jokowi mengakui hanya ada dua nominasi kuat Panglima TNI, yakni Kasad Jenderal Andika Perkasa dan Kasal Laksamana Yudho Margono.
Ketua relawan Jokowi Mania (Joman), Imanuel Ebenezer menegaskan berdasarkan prinsip keseimbangan antar matra maka Kasal Yudo Margono harusnya menjadi Panglima TNI berikutnya.
“Kasad Andika Perkasa memang calon yang bagus. Apalagi beliau orang dekat Presiden. Tapi prinsip keseimbangan karir antar matra juga sangat penting, ” tegas Noel sapaan akrabnya.


Dirinya bahkan melihat popularitas Andika Perkasa sangat tinggi di masyarakat. Hanya saja, ada beberapa faktor yang harus dilihat seperti keseimbangan antar matra dan usia pensiun.


“Pergantian Panglima TNI harus mempertimbangkan keseimbangan antar-matra sesuai yang berlaku dalam UU Nomor 34/2004 tentang TNI, ” kata aktivis 98 ini
Ditegaskan Noel
jika melenceng dari undang-undang dimaksud, akan merusak tatanan atau kultur yang sudah ada di organisasi TNI. Dan, ini bisa merusak profesionalitas dan keseimbangan di tubuh TNI.


Tambah Noel, pasal 14 ayat 4 UU TNI menjelaskan bahwa Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat kepala staf angkatan.

Selain itu merujuk prinsip yang diatur pada Pasal 4 ayat 2 UU TNI bahwa tiap-tiap angkatan mempunyai kedudukan yang sama dan sederajat.

“Tetapi pergantian Panglima TNI merupakan hak prerogatif presiden dan juga produk politik di forum DPR,” kata Noel.
Solusi yang terbaik menurut Noel adalah menjadikan Andika Perkasa sebagai Kepala BIN. Dan, melaksanakan UU TNI itu sendiri dengan menjadikan Yudo Margono sebagai Panglima TNI. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here