-Ambon-

Pandemi Covid-19 yang menimbulkan korban jiwa, seharusnya menjadi fokus utama antara Dinkes Maluku dan RSUD dr M haulussy untuk saling bersinergi menyelesaikan masalah pelayanan covid dan mendorong meningkatkan semangat juang para nakes untuk segera keluar dari wabah yang menguras habis sumberdaya. Sayangnya justru menjadi benturan komunikasi birokrasi yang “tidak terpuji” dari pribadi dan pemangku jabatan terhadap Rsud dr M haulussy sebagai aset rumah sakit tertua dan kebanggaan rakyat Maluku.

Gotong Royong dan kerjasama dan baku sayang yang harus ditunjukan tidak tercermin antara Plt Kadinkes Provinsi Maluku dan pihak RSUD Haulussy, tudingan Plt Kadinkes yang sepihak menuduh pihak RSUD dengan kata ‘ rakus ‘ yang tak berdasar terkait data penerimaan insentif Nakes RSUD Haulussy.

Tugas Plt yang harusnya mengayomi dan menjadi contoh malah menuding dengan mengumbar ke publik menggambarkan arogansi dan tendesius. Permasalahan yang harusnya bisa selesai melalui musyawarah akhirnya membesar pada saat dimana harusnya semua pihak konsentrasi untuk penanganan covid dan percepatan vaksinasi covid. Kata ‘Rakus’ yang dituduhkan pun tak mempunyai korelasi dan cenderung mengelikan rasa karena pokok permasalahan adalah tentang data yang belum terkumpul.

Dan publik pun bisa menilai bahwa adanya misskomunikasi antara dinas terkait yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan tidak serta merta selesai dengan sebuah tudingan yang publikasikan melalui media. Masyarakat akan bertanya ada apa dengan 2 lembaga garis depan penanganan covid-19 di Maluku? Bukankah seharusnya sebagai Plt Kadinkes bisa lebih bijak memberikan emosi, ekspresi dan persepsi yang positif dalam menyelesaikan suatu permasalah antar lembaga terkait dan tidak menunjukan sifat arogansi seorang petinggi atau bisa juga diartikan menjadi pamer kekuasaan? Hanya Pembaca dan masyarakat Maluku yang bisa menilainya.

-Oleh pemerhati rumah sakit tertua orang Maluku. dr Thommy Adoe. dokter anak konsultan neonatologi RSUD Kota Bekasi Jawa Barat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here