“Terima kasih kepada semua Petugas Kepolisian dan dinas terkait pemerintahan Kota Bekasi yang  terus melakukan upaya secara maksimal untuk menekan angka mudik agar tidak terjadi ledakan penularan covid-19”, -Waras Wasisto, Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD Jawa Barat-

-Kota Bekasi-

Kesadaran masyarakat yang harus terus menerus ditumbuhkan baik berupa anjuran maupun tindakan langsung oleh segenap aparatur pemerintahan wajib mendapat acungan jempol. Penularan virus maut covid-19 yang sudah bermutasi dengan bermacam varian kembali menjadi momok menakutkan setelah ribuan nyawa warga terengut akibat lalai dan abai mendisiplinkan diri menerapkan cara hidup baru paska pandemi.

Budaya mudik pun ditenggarai bisa menjadi pemicu kejadian serupa di Indonesia, narasi tunggal Pemerintah tentang pelarangan migrasi penduduk dalam skala besar menjadi kewajiban bersama dan menggugah kesadaran setiap individu agar dapat menahan diri dan Indonesia bisa cepat pulih dari pandemi seperti negara-negara lain.

Hal tersebut membuat Waras Wasisto, Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD Jawa Barat turun langsung memantau pergerakan mudik 2021 di posko-posko mudik untuk dapat melihat langsung seberapa besar kesadaran warga dalam mentaati anjuran pemerintah tentang pelarangan mudik tersebut.

“Kunjungan ke posko mudik di exit tol Bekasi Barat hari ini adalah melihat kesiapan petugas dalam mengatur arus mudik baik keluar maupun masuk ke Kota Bekasi. Kesigapan para petugas posko yang tak henti berjaga selama 24 jam patut mendapat penghargaan. Koordinasi yang dilakukan Kapolres, Dandim Dan Walikota Bekasi sudah maksimal dan semoga kedatangan saya ikut berpartisipasi kiranya dapat menambah semangat para petugas”, ungkap Mas Waras Anggota DPRD Jabar Fraksi PDI Perjuangan kepada media, Selasa(11.05/2021).

Lebih lanjut Mas Waras mengungkapkan bahwa dalam era globalisasi harusnya juga bisa menjadi jalan keluar untuk tidak mudik, komunikasi bisa dilakukan dengan melakukan aplikasi video call kepada keluarga dikampung tanpa perlu kehadiran langsung. “Berbagai cara bisa dilakukan dan semua bisa terjaga sehat, buat apa mudik kalau ternyata pemudik membawa virus dan menulari keluarganya apalagi sampai menelan korban jiwa. Mudik yang tadinya untuk bersilaturahmi malah menjadi bencana,  dan tanpa mudik pun esensi lebaran pun bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi komunikasi, semoga masyarakat paham”, pungkas tokoh PDI Perjuangan Jabar.(Mac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here