-TMP Kalibata Jakarta-

Kepada
Yang Terhormat Presiden RI.

Assalam Mualaikum, Shallom, Om Swastyatu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.

Saya adalah putra sulung dari 8 anak almarhum Mayor Jenderal Polisi Drs UE Medellu. Seorang abdi negara yang pernah bertugas sebagai Dandim / Pekuper (kontra Permesta) Kab Sangihe Talaud (1958-1959), Dirlantas Mabak (1965-1972) dan terakhir sebagai Kapolda Sumatera Utara (1972-1975) yang meninggal dunia tahun 2012 kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pagi hari tanggal 12 April 2021 beberapa cucu almarhum mengunjungi makam almarhum dan mendapati bahwa makam almarhum dipenuhi semak semak dan tidak terawat. Melihat hal ini Kami prihatin dengan keadaan makam almarhum dan banyak lagi makam disana dengan kondisi yang sama.

Sebenarnya almarhum semasih hidup sudah menyiapkan makam yang merupakan pemberian dari temannya di Sandiego Hills dengan fasilitas bebas pungutan perawatan dan meminta agar nanti disebelahnya akan disemayamkan jenasah almarhumah ibu kami pindahan dari TPU Tanah Kusir.
Terkait tagihan pembayaran (entah resmi atau tidak) perawatan makam saja sudah merusak kebanggan kami atas jasa-jasa mereka yang menjadi Pahlawan dan Berjasa besar untuk Bangsa ini walau dimakamkan di Makam Pahlawan. Kami tidak mengerti bagaimana pemerintah bisa abai dan lalai terkait pemeliharaan makam para pahlawan Indonesia itu.

Sebagai putra/i abdi negara kami tidak dibesarkan dengan kelimpahan oleh almarhum yang hidup murni dari gaji dan pensiun meskipun hingga saat ini buah tangannya (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor / BPKB) masih menghasilkan triliunan rupiah sebagai PNBP. Kami sebagai anak tertua tidak mampu untuk kuliah di perguruan tinggi kecuali biayanya kami cari sendiri hanya karena harus mengalah demi adik-adik yang masih sekolah. Setelah punya penghasilan kami membantu almarhum membayar listrik/air di rumahnya di gang sempit di wilayah Jakarta Timur. Kami beruntung bahwa rumah peninggalan almarhum oleh pemerintahan Provinsi DKI dibebaskan dari PBB sehingga keberadaannya masih bisa dipertahankan buat kami bisa berkumpul.

Bersama ini kami putra/i almarhun memohon tanggapan dari pemerintah atas permasalahan agar kami bisa memutuskan apakah almarhum bapak kami bisa terus disitu atau kami pindahkan.
Atas perhatian Bapak Presiden kami ucapkan terima kasih.

Terakhir, mengutip semboyan atau wejangan yang terkenal bahwa: Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Bisa Menghargai Jasa-Jasa Para Pahlawan nya.

-Elias Christian Medellu-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here