You are here
Home > Pilkada > Materi Kesetaraan Gender Dalam Debat Pilkada Depok, Afifah: Saya Masih Trauma

Materi Kesetaraan Gender Dalam Debat Pilkada Depok, Afifah: Saya Masih Trauma

“Bagaimana Depok bisa menghargai kesetaraan gender sementara pemerintahnya tidak sungguh-sunguh menerapkan peraturan yang ada atau mempunyai program yang tepat guna dan hanya bangga dengan penghargaan yang didapatkan sementara masih sering pelecehan terjadi seperti begal payudara yang sangat meresahkan di Depok”, -Afifah Alia, Calon Wakil Walikota Depok 2020-

-Kota Depok-

PatriotPalapa- Debat ke 3 yang merupakan debat terakhir bagi pasangan calon kepala daerah berakhir sudah. Para paslon saling melemparkan pertanyaan dan jawaban dan uniknya, Calon Walikota Depok Mohammad Idris terpaksa melakukan debat dengan cara daring. Dia masih harus menjalani masa karantina pemulihan kesehatan karena terpapar covid19.

Debat yang cukup seru karena masing-masing paslon terlihat menguasai materi debat. Walau masih sering melewati durasi waktu yang sudah ditentukan oleh host. Dalam kesempatan nya Pradi Supriatna, Calon Walikota Depok yang berpasangan dengan Afifah Alia sebagai pasangan calon nomor 1 menyatakan bahwa dirinya menjadi Wakil Walikota hanya sebagai pelengkap saja. Dan jarang di-ikutsertakan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Depok. Dia berharap agar kejadian serupa tak terjadi lagi dimasa kepemimpinan nya kelak bila terpilih.

Adalah Afifah Alia yang kelihatan tenang pada session awal, akhirnya tampil menyerang dengan mengeluarkan statemen tentang kemampuan Mohammad Idris sebagai Walikota Depok yang dianggapnya terlalu banyak mengeluarkan istilah atau singkatan. Menurut Afifah, Idris terlalu bangga dengan penghargaan yang berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi di masyarakat. Dan terakhir Afifah menilai bahwa banyaknya program di era kepemimpinan Idris yang tak jalan.

“Bicara mengenai program Pak Idris tentang kesetaraan gender yang mendapat penghargaan. Tapi nyatanya masih banyak kasus yang saya bela mengenai pelecehan perempuan, marak terjadi di Kota Depok. Apakah sampai berita-berita tersebut ditelinga Pak Idris? Bagaimana dengan begal payudara yang sangat meresahkan warga Depok? Kok bisa Pak Idris hanya bangga dengan penghargaan sementara kejadian di lapangan jauh berbeda”, papar Afifah yang disambut tepuk tangan para audiens yang hadir.

Lebih lanjut Afifah juga menyatakan bahwa dirinya bila bicara mengenai pelecehan masih trauma. Trauma dengan pelecehan yang dialaminya saat memeriksa kesehatan para paslon di rumah sakit, “Saya masih trauma mengingat kejadian tersebut”, ujarnya.

Dirinya merasa bahwa pelecehan yang didapatnya dari calon wakil walikota pasangan Idris, Imam Budi Hartono masih menghantuinya. “Bagaimana bisa menghormati perempuan bila calon pemimpin nya saja melecehkan dirinya sebagai perempuan”, ungkap Afifah, dan hadirin pun terdiam mendengarnya.

Imam Budi yang mendengar hal tersebut sontak menjawab bahwa kejadian dirumah sakit tersebut tidak terbersit kalimat yang diucapakam nya melecehkan Afifah, dan kalau memang dia dianggap salah, “saya minta maaf”, tuturnya.

Afifah Alia menutup sesi tersebut dengan mengatakan bahwa pasangan calon nomor urut 1 Pradi/Afifah mempunyai program tepat sasaran dalam hal kesetaraan gender. “Kami akan menghilangkan kesenjangan tenting gender dan pelecehan terhadap perempuan, dan perempuan Kota Depok kedepan nya harus maju, mandiri dan cerdas karena akan dibekali dengan berbagai keterampilan”, pungkasnya.(Mac)

Leave a Reply

Top