Soni Alias Maheer Ditangkap Jam 04.00 Pagi, Ini Keterangan Divhumas Mabes Polri

-Jakarta-

PatriotPalapa- Siapa yang tak kenal Soni Eranata alias Maheer At Thuwailibi, sosok yang sering menimbulkan kontroversi melalui pernyataan-pernyataan bernada hinaan yang sering dilontarkan nya pada unggahan melalui rekaman video dan diposting didunia maya. Sekali ini, Soni alias Maheer harus berhadapan dengan pihak berwajib untuk mempertanggung-jawabkan ucapan hinaan yang diunggahnya. Pepatah Mulut Mu Harimau Mu tepat ditujukan kepada sosok kontorversial ini.

Soni alias Maheer dikabarkan ditangkap oleh Bareskrim Polri pada Kamis (3/12/2020) dini hari tadi berdasarkan surat penangkapan terhadap Soni alias Maheer yang tercantum dengan nomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber. Dia ditangkap untuk pemeriksaan itu, dan dibawa ke Bareskrim Polri. Soni yang lebih dikenal dengan nama Ustadz Maheer ini diduga ditangkap atas pasal penyebaran ujaran kebencian melalui ITE.

Penangkapan ini dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Dia membenarkan Ustaz Maher ditangkap penyidik di rumahnya di kawasan Bogor, Jawa Barat tadi subuh.

“Memang benar tadi pagi pukul 04.00 pagi, tim Bareskrim Polri terutama Cyber telah melakukan penangkapan di dearah Bogor, dan penangkapan tersebut berdasarkan tindak lanjut dari laporan yang diterima Bareskrim Polri”, papar Argo, Kamis(3.12.2020).

Dalamsurat penangkapan yang beredar, Ustadz Maher disebutkan telah ditetapkan tersangka dalam kasus penyebaran ujaran kebencian melalui ITE.

Diberitakan sebelumnya, Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan terhadap Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya.

Dia dilaporkan terkait unggahannya di akun sosial media twitter @ustadzmaaher_.

Laporan itu terdaftar dalam nomor laporan LP/B/0649/XI/2020/BARESKRIM pada tanggal 16 November 2020. Laporan itu dilaporkan oleh seseorang bernama Husin Shahab

“Alhamdulillah sudah melaporkan secara resmi Maheer At-Thuwailibi atau yang nama aslinya Soni Eranata. Ke Bareskrim Polri dengan dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, serta ujaran kebencian melalui ITE,” kata Kuasa Hukum Husin Shahab, Muanas Alaidid dalam keterangannya, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya, penghinaan yang dilakukan Ustaz Maaher At-Thuwailibi bukan kali pertama.

Dia bilang, terlapor telah berulang kali diduga telah melakukan penghinaan kepada tokoh agama.

“Dugaan penghinaan yang dilakukan Maheer bukan hanya yang pertama, dia juga pernah melakukan penghinaan kepada pihak kepolisian. Dia juga pernah melakukan penghinaan terhadap Kyai Maruf, Kyai Said, dan ulama lain,” pungkasnya.(Mac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *