Ikrar Masyarakat Indonesia Timur Depok, ‘Kami Solid Dukung Pradi/Afifah!’

“Depok adalah miniatur Indonesia dimana tinggal bermacam-macam suku bangsa menetap disini karena letak geografisnya sebagai penyangga ibukota. Dan dalam konteks Pilkada, Pradi/Afifah adalah representasi dari Nasionalisme dan bisa menjadikan Depok sebagai rumah bagi semua suku bangsa”, -Waras Wasisto, Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat.

-Kota Depok-

PatriotPalapa- Pilkada Depok menjadi satu pertarungan ideologis dimana nasionalisme warga masyarakatnya menjadi barometer kemajuan dari perkembangan kota baik dalam hal perekonomian, budaya maupun hubungan sosial antar warganya.

Berlokasi di sekretariat DPP Patriot Bela Bangsa, Kelurahan Sukamaju, Cilodong Depok. Puluhan tokoh Masyarakat Indonesia Timur berkumpul untuk melakukan ikrar bersama mendukung paslon nomor satu pilkada Depok 2020, Pradi/Afifah. Dihadiri dan disaksikan oleh 2 anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto dari Fraksi PDI Perjuangan dan Ade Puspita dari Fraksi Golkar, para Tokoh Masyarakat Indonesia Timur melakukan apel kebulatan tekad dan menyatakan ikrar untuk solid mendukung Pradi/Afifah.

“Ini bukan ceremonial biasa, ikrar ini akan kami buktikan secara nyata di tanggal 9 Desember nanti dalam realisasinya. Kami, Masyarakat Indonesia Timur kalau sudah solid maka kami tidak akan tercerai lagi, ini ciri khas dari budaya yang kami miliki”, papar Ali Akbar, Ketua DPP Patriot Bela Bangsa, sekaligus tuan rumah acara ikrar bersama.

Ali Akbar juga menyatakan bahwa ada sekitar 9000 Masyarakat Timur yang terdiri dari Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua dan Sulawesi Utara yang mempunyai hak pilih di kota Depok, kami solid dan akan saling berhubungan saat hari pemilihan nanti di TPS masing-masing, ungkapnya.

“Apel dan ikrar bersama ini penting dan baru dalam pilkada ini kami lakukan karena Depok adalah kota bersama dan bukan milik golongan tertentu saja. Dan dalam pilkada Depok 2020 adalah pertarungan ideologi Nasionalisme agar Depok kedepan lebih maju dan berkembang setelah 15 tahun tertinggal”, pungkas Ali Akbar.(Mac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *