“Dibutuhkan kesadaran, kesabaran, dan keikhlasan untuk bisa menahan diri. Jangan membuat acara yang dapat membahayakan jiwa. Protokol kesehatan harga mati! Kita semua harus menggelorakan, menolak semua kegiatan yang dapat menimbulkan ancaman klaster baru akibat pelanggaran protokol kesehatan,” -Doni Monardo, Ketua BNPB-

-Jakarta-

PatriotPalapa- Usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan jajaran terkait terhadap penanganan pandemi bisa dikatakan tak akan berjalan sempurna bila tidak disertai oleh kerjasama yang baik dengan masyarakat. Bencana pandemi skala dunia ini bukan hanya membuat jutaan manusia kehilangan nyawa, melainkan juga merontokan sendi-sendi ekonomi suatu bangsa.

Gerakan Patuhi protokol kesehatan dengan 3 M nya yaitu, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan adalah hal yang wajib dilakukan oleh segenap komponen bangsa. Menghindari kerumunan yang bisa menimbulkan wabah klaster baru adalah salah satu keadaan yang saat pandemi harus dilakukan, kerumunan manusia adalah salah satu tempat paling strategis untuk penularan Covid-19 atau virus corona.

Hal ini lagi-lagi terbukti dari kasus yang terjadi saat 3 kerumunan massa Rizieq Shihab yaitu: Puncak Bogor, Petamburan, dan di Tebet Jakarta.

“Data yang diterima Satgas, per Kamis sore 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang. Ada 7 orang positif Covid 19, termasuk Lurah Petamburan,” kata Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo, Jumat (20/11/2020).

Klaster Petamburan adalah kerumunan acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq.

Selain Petamburan, terdapat juga klaster Puncak yakni kerumunan massa yang menyambut Habib Rizieq yang ingin meresmikan pesantren.

“Data Jumat sore 20 November, hasil swab antigen untuk klaster Megamendung adalah yang diperiksa 559 orang, yang positif ada 20 orang,” kata Doni.

Laporan lain, kata Doni, terdapat 50 orang positif Covid-19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet, Jakarta Selatan.

Di kawasan ini juga sempat ada acara Maulid Nabi yang dihadiri ribuan jemaah. Ketika itu Rizieq juga hadir sebagai undangan.

Dari temuan ini, Doni meminta masyarakat yang ikut dalam penjemputan Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Maulid Nabi di Tebet, dan di Megamendung serta acara di Petamburan untuk melapor kepada ketua RT/RW di wilayahnya.

‚ÄúPara warga yang mengikuti massa Rizieq juga diminta memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Dan kami berharap kerja sama dengan semua komponen masyarakat di berbagai daerah, terutama di Jakarta dan Jawa Barat. Khususnya juga para ketua RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga-keluarga bagi masyarakat yang kemarin ikut beraktivitas, baik mulai penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Megamendung serta acara terakhir di Petamburan, mohon dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada ketua RT dan RW,” urainya.

Doni menjelaskan, pemeriksaan di Puskesmas tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini sangat penting agar diketahui lebih dini mereka yang tertular corona.

“Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silahkan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke Puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama,” imbau Doni. Hari ini kami telah menyalurkan 2.500 swab antigen ke seluruh puskesmas yang berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus di DKI, Banten dan Jabar,” tambahnya. Doni juga meminta masyarakat menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.(Mac)

-sumber: tribun news-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here