“Kunci dari keberhasilan suatu pesta demokrasi terletak dari banyaknya jumlah pemilih, dan pilkada Depok 2015 yang lalu adalah gambaran ketidak-suksesan Pilkada di Kota Depok dengan partisipasi pemilih hanya 56%. Hal tersebut tidak boleh terulang lagi di pilkada 2020 sekarang”, –Waras Wasisto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi PDI Perjuangan.

-Kota Depok-

-Patriot Palapa- Viralnya pemberitaan mengenai perkiraan besarnya jumlah suara mengambang(Swing Voters) di Kota Depok, menjadi topik pembicaraan yang hangat. Menurut sejumlah kalangan, KPU harus bekerja maksimal agar bisa menekan jumlah swing voters di Kota Depok.

“Sampai hari ini, saya belum lihat keseriusan KPU dalam mengajak masyarakat meningkatkan partisipasi pemilih,” kata Waras pada awak media, Senin 9 November 2020.

Menurut Waras, kondisi itu sangat riskan karena berdasarkan data lima tahun lalu, jumlah warga yang tak menggunakan hak pilih cukup tinggi. Angka tersebut sekitar di atas 40 persen. “Saya minta rekan-rekan KPU meningkatkan sosialisasi,” jelas mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Masih menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, jika alasan atau kekhawatiran warga untuk datang ke TPS adalah karena COVID-19, Waras menilai hal itu tidak perlu direspon secara berlebih.

Saya pikir sekarang ini Depok sudah zona oranye dan angka COVID-19 sudah turun trendnya. Jadi, tidak perlu takut ke TPS, yang penting patuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Ungkapan Waras langsung mendapat sanggahan dari Ketua KPU Depok, Nana Sobharna. Menurutnya, KPU sejak awal telah melakukan optimalisasi sosialisasi kepada masyarakat, baik ditingkat kecamatan, maupun di kelurahan dengan beberapa metode. Salah satunya adalah dengan tatap muka langsung. “Jadi ada yang tatap muka, ada yang daring, ada yang menggunakan mobil keliling woro-woro,” jelasnya.

Kemudian, kata Nana, pihaknya juga masif melakukan sosialisasi ajakan ke TPS melalui media sosial (Medsos). Jika berkaca lima tahun lalu, Nana optimis jumlah partisipasi pemilih akan meningkat.

“Kami sangat optimis akan naik. 2015 partisipasi pemilih 56 persen, nah di 2020 ini kami punya target di 77,5 persen,” ujarnya

Nana juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir atau cemas berlebihan terhadap COVID-19 ketika datang ke TPS

“Di dalam aktivitas sosialisasi yang kami lakukan, kami menyuarakan, menggelorakan bahwa pada saat nanti di tps akan diterapkan protokol kesehatan jadi masyarakat tidak perlu merasa takut,” pungkasnya.(Mac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here