“Alhamdulilah..! semua solid. Dari 33 anggota dewan hadir 30 orang, yang tiga berhalangan hadir. Mereka yang tidak hadir sudah konfirmasi berhalangan karena sakit. Dan satu ada diluar kota,” -Pradi Supriatna, Calon Walikota Depok 2020-

-Kota Depok-

Pradi/Afifah yang maju menjadi pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020, Pradi yang maju dari Partai Gerindra dan Afifah yang diusung oleh PDI Perjuangan mendapat dukungan dari partai-partai pendukung seperti Golkar, PAN, PKB, dan PSI. Dan total dukungan untuk pasangan Pradi/Afifah di parlemen Depok itu  berjumlah 33 kursi (65 persen) di DPRD Depok. Pradi-Afifah juga mendapat sejumlah partai yang tidak punya kursi di DPRD, yaitu Perindo, Nasdem, dan PBB serta beberapa ormas, relawan dan komunitas.

Jum’at (02/02-2020), bertempat dikediaman Pradi Supriatna, di kawasan Kukusan, Beji, Kota Depok. Hadir 33 anggota DPRD dan seluruh kader partai yang tergabung dalam Koalisi Depok Bangkit (KDB). Kedatangan koalisi besar tersebut dalam rangka konsolidasi dan  menunjukan dukungan yang solid dan siap ‘berjibaku’ memenangkan pasangan Pradi Supriatna/Afifah Alia pada kontestasi pilkada Depok, 9 Desember 2020.

“Terima-kasih atas bentuk dukungan ini, secara moril ini adalah dukungan yang membangkitkan semangat kami. Bahwa kesiapan anggota dewan yang tergabung di KDB tersebut yang siap berjuang di dapil (daerah pilihan) masing-masing, Semua dewan pendukung memiliki suara signifikan di dapilnya masing-masing. Dan kami berbagi tugas untuk meraup suara tersebut,” papar Pradi, Wakil Walikota yang sedang cuti dinas.

Lebih lanjut Pradi menjelaskan, dalam konsolidasi itu, pihaknya tidak hanya membahas tentang strategi pemenangan. Namun, lebih kepada bagaimana agar Pilwalkot 2020 tidak menimbulkan kluster baru Covid-19. Persoalan kampanye ditengah pandemi pun menjadi pokok bahasan menarik dimana strategi khusus yang dilakukan harus sesuai dengan protokol kesehatan. Dimana ruang gerak dibatasi dan batas mengumpulkan massa tak lebih dari 50 orang dengan menjaga jarak juga disadari oleh Pria bersahaja dan supel ini.

“Jadi bukan hanya persoalan Pilkada saja yang kami bahas, antisipasi persoalan Covid-19 juga, karena tren (kasus) belum turun. Maka, kehati-hatian dalam sosialisasi tentunya harus dibekali dengan aturan yang sudah ditetapkan terkait dengan SOP Covid-19,” papar Pradi, pria yang suka mengendarai vespa ini kepada pihak media.

Demi menunjukan ketaatan pada aturan, pada pertemuan yang berlangsung dengan protokol kesehatan itu, hadir pula Panwas Depok. “Kita ikuti sesuai kebijakan pemerintah saja,” pungkasnya.(Mac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here