“Saat ini yang saya kerjakan bukan hanya Pilkada Depok. Saat ini persoalannya Covid-19. Trennya belum turun. Saya minta kepada seluruh pendukung Pradi-Afifah untuk mencegah klaster Pilkada dengan mematuhi protokol kesehatan,” -Pradi Supriatna Calon Walikota Depok-

-Kota Depok-

Tingginya kasus Covid-19 di Kota Depok membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memutuskan untuk berkantor di Depok.
Tercatat Depok penyumbang angka tertinggi kasus Covid-19 di Jawa Barat, yakni 146 kasus. Lalu, Kabupaten Bekasi 64 kasus, Kota Bekasi 59 kasus, dan Kabupaten Bogor 51 kasus.

Ridwan Kamil berkantor di Depok untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Melihat kondisi tersebut, Pradi Supriatna berkeinginan menyelamatkan masyarakat Depok dari paparan Covid-19.

Pradi pun memutuskan untuk mencegah kluster Pilkada dengan mengedepankan kesehatan masyarakat Depok.

Pria kelahiran Depok, 9 Oktober 1970 itu meminta pendukungnya untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Mereka tak boleh lengah sedikit pun. Tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3 M.

“Saya meminta dan tegaskan kepada seluruh partai pendukung untuk mengedepankan dan melaksanakan protokol kesehatan saat menyapa masyarakat Depok”, kata Pradi dalam acara Konsolidasi Tim Pemenangan Pradi-Afifah, Jumat (2/10/2020).

Mereka harus menjalankan 3 M, membawa masker dan hand sanitizer untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat. Kemudian juga dalam pertemuan dengan warga harus dibatasai. Maksimum 50 orang. Satu hal lagi, kedepankan pertemuan secara virtual dan menyampaikan sosialisasi program dengan menggunakan media sosial dan WhatsApp Grup, lanjutnya.

“Saya sepakat dengan Gubernur Ridwan Kamil. Perlu kedepankan kehati-hatian dalam sosialisasi. Komitmen bersama harus dipegang. Cegah kluster baru dengan mengedepankan protokoler kesehatan dan dapat menimbulkan kluster baru,” pungkas Pradi kepada awak media.(Mac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here