Adolf Posumah: Pradi/Afifah Adalah Gambar Nasionalis Dan Pluralisme Depok

“Ada sederet alasan kami para perantau mendukung pasangan Pilkada dan kami memilih Pradi/Afifah, jiwa nasionalisme bisa merangkul semua suku, agama, ras, dan golongan”, -Adolf Posumah, mantan penyiar TV era 90an-

-Kota Depok-

Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah berlangsung di Depok, Jawa Barat. Rekam jejak dan asal usul para calon pun menjadi perhatian utama bagi masyarakat untuk menentukan pilihan calon mana yang layak di percaya untuk menjadi pemimpin di Kota Depok yang dalam pilkada kali ini hanya memiliki 2 pasang kandidat calon.

Salah satu kandidat calon Pilkada dengan nomor urut 1, Pradi Supriatna/Afifah Alia yang di usung Partai Gerindra dan PDI Perjuangan mendapat dukungan dari banyak pihak, bahkan sejumlah pihak telah terang-terangan mendukung pasangan yang mendapat nomor urut 1 tersebut.

Tak ketinggalan ketua tokoh paguyuban masyarakat Manado yang ada di Kota Depok, Adolf Posumah. Adolf bersama sejumlah perantau mengakui ada sederet alasan pihaknya mendukung pasangan calon kepala daerah tersebut. “Pradi/Afifah adalah sosok pejabat yang pluralisme dan paham atas keberagaman”, ungkapnya.

“Kami mengharapkan perubahan di Kota Depok. Kami yakin dan percaya dengan kepemimpinan Pak Pradi, Bu Afifah yang berjiwa nasionalis,” ujarnya saat ditemui usai berdialog dengan Pradi di kawasan Jalan Bungur, Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu malam, 26 September 2020

Adolf merasa, selama ini kelompok minoritas kurang mendapat perhatian.

“Kami bagian dari minoritas, kami mau tidak ada lagi istilah itu. Nah beliau kami yakin mengayomi, minimal dengan proporsi yang sesuai, kami yakin Pak Pradi lebih berkeadilan, lebih berimbang. Jadi kami mengimbau kawan-kawan asal Manado yang menetap di Depok agar datang ke TPS. Jika ingin perubahan harus datang ke TPS, jangan golput. Kami akan memilih dan kami yakin menang”, tegas Adolf.

Lebih lanjut mantan penyiar yang beken di era 90-an ini juga yakin, Pradi adalah komunikator yang ulung dan mampu memahami persoalan di lapangan untuk mencari solusi yang terbaik bagi warganya.

“Jadi kami mengimbau kawan-kawan asal Manado yang menetap di Depok agar datang ke TPS. Jika ingin perubahan harus datang ke TPS, jangan golput. Kami akan memilih dan kami yakin menang.”

Selain isu kesetaraan sebagai warga negara Indonesia, hal yang juga jadi sorotan Adolf adalah kesejahteraan atau tingkat ekonomi warga Depok.

“Dengan latar belakang Pak Pradi yang seorang pengusaha kami yakin dia tahu cara membuat Depok lebih baik kedepan. Dia adalah tokoh nasionalis yang pluralisme, tokoh milenial,” pungkas Adolf Posumah.

Sementara itu, Pradi mengaku dirinya sangat terharu dengan dukungan dan rasa kebersamaan yang ditunjukan masyarakat asal Manado di Kota Depok.

“Saya rasakan hari ini mereka sangat welcome, saya merasa seperti sudah sering ketemu mereka. Saya nyaman,” katanya

Terkait hal itu, Pradi pun berjanji, bersama Afifah dirinya akan membuat Depok lebih baik. “Itu keinginan kita semua, untuk Depok yang lebih baik lagi kedepan dengan suasana baru, penuh kebersamaan,” ungkap Pradi disambut riuh tepuk tangan sejumlah pendukung

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, Pradi sempat mendapat penghormatan berupaya kain pengikat kepala warna merah khas Manado.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *