You are here
Home > Pilkada > Popularitas Pradi/Afifah Meroket, Masyarakat Depok Inginkan Perubahan

Popularitas Pradi/Afifah Meroket, Masyarakat Depok Inginkan Perubahan

-Depok-

Kontestasi pilkada Depok 2020 dipastikan akan berlangsung seru, mengingat pertarungan pilkada Depok 2020 hanya mengusung 2 pasangan calon Kada saja, yaitu incumbent Walikota aktif melawan Wakil Walikota aktif yang mencalonkan diri menjadi  Walikota yang di pilkada sebelumnya mereka merupakan pasangan.

Popularitas Pasangan Pradi/Afifah tak terbendung, ini dibuktikan sejak pendaftaran paslon di KPU Kota Depok sampai saat ini, jumlah dukungan terus mengalir, deklarasi demi deklarasi yang diprakarsai oleh para pendukung calon Pradi/Afifah dari berbagai komunitas, relawan dan lintas ormas bisa menjadi sebuah parameter bahwa popularitas Pradi/Afifah tak terbendung.

Belum lagi dengan modal dasar yaitu 10 partai pendukung yang pastinya akan bergerak simultan untuk mengenalkan visi misi calon kada yang mereka dukung, jelas sudah bahwa bila diadakan voting popularitas maka kemungkinan yang akan memenangkan poling tersebut adalah pasangan Pradi/Afifah. Walau memang bukan suatu ukuran juga bila pasangan dengan jumlah dukungan terbesar bisa memenangkan sebuah kontestasi pilkada, ini terbukti dari beberapa pilkada lampau dimana pasangan dengan dukungan partai terbanyak dikalahkan oleh pasangan dengan partai pendukung seadanya.

Pasangan Pradi/Afifah juga mempunyai point positif yang tidak dimiliki oleh pasangan kompetitornya, yaitu sosok perempuan yang diwakilkan oleh Afifah yang menjadi calon Wakil Walikota dari PDI Perjuangan. Perempuan yang saat ini menjadi Ketua DPC Baitul Muslimin Indonesia Kota Depok dan duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak di DPC PDI Perjuangan Depok ini akan didukung oleh pemilih perempuan yang notabene merupakan pemilih terbanyak di Kota Depok.

Perempuan berdarah Arab ini juga akan sanggup menjadi penyejuk dan dilirik dikalangan para pemilih beragama Islam karena kesukuan nya, sebab Kota Depok terkenal dengan jumlah pemilih militan berbasis agama, ini buktikan dengan 3 dekade belakangan dimana yang menjadi Kada Kota Depok dari partai berbasis agama. Point-point positif ini menjadi bisa menjadi sebuah pamungkas kelak dihari pencoblosan pemilihan Kada.

-Penulis, Machruzar-



Leave a Reply

Top