You are here
Home > Kemanusiaan > Lantik Pengurus JPKP Kota Bekasi, Samuel: Kita Concern Merespon Isu-isu Kemanusiaan

Lantik Pengurus JPKP Kota Bekasi, Samuel: Kita Concern Merespon Isu-isu Kemanusiaan

-Kota Bekasi-

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Maret Samuel Sueken menegaskan, organisasi yang dipimpinnya menitikberatkan pada perjuangan untuk merespon isu-isu kemanusiaan secara berkelanjutan. Diakuinya, persoalan-persoalan kemanusiaan baik berhubungan dengan subtansi masalah kesehatan, pendidikan, dan kebencanaan merupakan masalah klasik di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Dan JPKP adalah salah satu stakeholder aktif yang concern terhadap isu-isu kemanusiaan di Indonesia. Organisasi kita ini memiliki komitmen yang tinggi dan tanpa pamrih untuk menjembatani warga-warga di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan. Selama ini, kita membantu menjembatani warga yang membutuhkan akses pendidikan ke berbagai sekolah hingga perguruan tinggi. Kita juga memfasilitasi sejumlah korban bencana dengan lembaga pemerintah seperti BNPB. Termasuk menghubungkan warga yang sakit dengan berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia,” demikian ujar Samuel dalam sambutannya saat melantik Pengurus DPD JPKP Kota Bekasi, Minggu (30/8/2020).

Selama masa penanganan Pandemi Covid-19, JPKP sambung Samuel juga aktif berpartisipasi untuk mendukung pemerintah dengan berbagai kegiatan. Selain turut aktif menyosialisasikan protokol kesehatan di era New Normal ke berbagai elemen masyarakat, JPKP turut membantu sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes) di berbagai rumah sakit. Begitu pula JPKP aktif memastikan bantuan sosial (Bansos) kepresidenan berupa bahan pangan diterima oleh masyarakat yang berkebutuhan.

“Maka menjadi penting bagi seluruh pengurus dan relawan JPKP di Kota Bekasi untuk memahami besarnya beban moral yang harus dipikul usai pelantikan ini. Simbol JPKP bukanlah seukuran seragam. Bukan juga sebaris puja-puji dan apresiasi. Melainkan keikhlasan untuk bergerak dan membantu sesama warga. Agar tidak ada warga yang terabaikan dari bantuan pemerintah,” pungkas lelaki berdarah Makassar dan Bali ini.

Akan hal beban moral yang disampaikan Samuel, Ketua DPD JPKP Kota Bekasi yang baru saja dilantik, Wiwit Subagyo S Kom menyatakan keseriusannya untuk melanjutkan kerja-kerja kerelawanan di Bumi Patriot. Tak bisa dipungkiri sambung Wiwit, warga Kota Bekasi juga masih dihadapkan dengan berbagai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Ya contohnya apa yang baru-baru ini kita lakukan bersama. Ternyata masih ada warga Bekasi yang mengalami masalah kesehatan berupa Busung Lapar. Anggap saja persoalan tersebut luput dari bantuan pemerintah. Dan Alhamdulillah JPKP bisa memfasilitasinya dan membantu merujuk keluarga pasien busung lapar asal Bekasi Timur tersebut ke RSUD Kota Bekasi,” demikian tukas Wiwit.
Dia menegaskan, pasca pelantikan pihaknya akan mengoptimalkan pemenuhan para pengurus dan relawan di berbagai kecamatan dan kelurahan agar kedepan upaya pendampingan kemanusiaan bagi warga Kota Bekasi dapat dilakukan dengan masif.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Bekasi, Dr Tri Adhianto Tjahjono yang turut hadir dalam prosesi pelantikan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi atas eksistensi JPKP di Kota Bekasi.

Diakuinya, kerja-kerja kerelawanan merupakan salah satu kontribusi rill JPKP dalam mendukung implementasi program-program pemerintah. Maka karena itu dia berpesan, para relawan JPKP harus senantiasa mampu menjaga nilai-nilai serta kultur kepedulian terhadap sesama.

“Memang kita masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Skandinavia seperti Denmark atau Norwegia yang memiliki kesadaran moral yang tinggi terhadap sesama. Tapi tentu juga tidak mudah mengelola pemerintahan dengan label salah satu negara dengan populasi tertinggi di dunia. Maka karena itu, tugas besar para relawan adalah bagaimana menjaga kultur kepedulian terhadap sesama. Sehingga terbentuk kesadaran moral jangka panjang untuk membangun bangsa ini lebih baik,” begitu pesan Tri yang terkenal dengan kepemimpinan ala-ala milenial tersebut.(Red)

Leave a Reply

Top