You are here
Home > Tokoh > Waras Wasisto: Jati Diri Kita Adalah Pancasila

Waras Wasisto: Jati Diri Kita Adalah Pancasila

-Kota Bekasi-

Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

Dalam pidato di hadapan para anggota BPUPKI, tercetuslah kata ‘Pancasila’ dari mulut Soekarno.

“Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Panca Sila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi,” kata Soekarno waktu itu. Doa dan harapan tersebut dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan segenap tumpah darah Indonesia mengenang hari lahir Pancasila tersebut menjadi hari libur nasional mulai dari tahun 2017 sampai sekarang.

Adalah Waras Wasisto, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat fraksi PDI Perjuangan menyatakan bahwa kesaktian Pancasila sudah dan akan terus teruji, ujian-ujian berat seperti Disintergrasi, pemberontakan, sektarianisasi akan terus-menerus terjadi bila pemahaman akan lima sila di Pancasila tidak secara utuh dipahami dan dimengerti, oleh sebab itu dia berharap agar pembangunan karakter bagi para generasi penerus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan mengikuti perkembangan jaman.

“Baru-baru ini Kita dengar, lihat dan baca bahwa isu rasis lagi panas di negara super power seperti Amerika, sebuah negara yang terkenal menjunjung tinggi nilai-nilai hak azasi manusia. Sudah mulai rusuh dibeberapa kota oleh gelombang protes yang mengarah kepada vandalisme, hal tersebut menjadi contoh nyata bahwa negara maju seperti Amerika masih bisa berpeluang terpecah-belah. Korelasi dengan Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau, puluhan ribu Suku dan bahasa sampai saat ini bisa terjaga utuh dalam suatu pengikat yaitu Pancasila, dan kita wajib bangga akan hal tersebut”, papar Mas Waras(panggilan akrab) yang juga merupakan koordinator Satgas Lawan Covid-19 Provinsi Jawa Barat kepada media, Senin Pagi(01/06-2020).

Lebih jauh Mas Waras berpesan bahwa benih-benih perpecahan dan sektarian yang sekarang mulai kelihatan di beberapa wilayah di Indonesia harus sesegera mungkin dilakukan netralisasi dengan cara membangkitkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 5 sila pada Pancasila.

“Ujian yang Kita alami bahkan yang dunia sedang hadapi yaitu menghadapi pandemi virus covid-19 adalah suatu pembuktian dimata dunia internasional, bahwa Kita mampu menekan angka korban jiwa dengan cara bergotong-royong bersama dan saling bahu membahu. Dan ini adalah pesan yang Kita sampaikan kepada dunia bahwa karakter tersebut berasal dari jiwa Pancasila yang sudah diwariskan turun temurun oleh para leluhur kita. Pesan Saya Mari terus lakukan hal tersebut sampai akhirnya kita bisa bebas dari wabah ini. Kita Indonesia, kita Pancasila”, pungkas Mas Waras. (Mac)

Leave a Reply

Top