-Kolom Opini-

“Ketua Umum Partai sebagai Komando Sentra Pergerakan partai, dalam Pidato Politiknya di mesempatan RAKERNAS I di JIExpo beberapa lalu dengan rigit melantangkan “….Jangan sekali-kali punggungi rakyat. Jangan berhitung untung rugi bagi kerja politik. Jangan mencari keuntungan pribadi atau kelompok dari tugas ideologi ini…”. Cukup jelas pesannya”, Henu Sunarko.

Malam Rabu 22/01/20, dilangsungkan Rapat Serentak PAC dan Ranting PDI Perjuangan di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi untuk menjaring nama-nama kader partai yang akan menjalankan kepengurusan partai di tingkat kecamatan (PAC), tingkat kelurahan (Ranting) dan tingkat RW (Anak Ranting). Distribusi koordinator dan pimpinan rapatpun telah di susun sebagaimana mestinya untuk merepresentasikan sebuah kehendak dan kepatutan DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi.

Secara autentik, perhelatan rapat dimaksud memang menjadi tugas kepartaian untuk kemudian menjadi optimalisasi gerak konsolidasi partai menghadapi agenda-agenda politik yang ada. Terlebih untuk beberapa wilayah di Jawa Barat yang akan menggelar Pilkada Serentak Tahun 2020 seperti Kota Depok, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Pangadaran, Autentik dimaksud adalah Surat DPP PDI Perjuangan Nomor 1012/IN/DPP/XII/2019, sebagai Pengantar Peraturan Partai Nomor 09 Tahun 2019. Perihal ini juga menegaskan bahwa amanat Kongres V PDI Perjuangan secara tegas, lugas dan fundamental untuk memantapkan diri sebagai partai Pelopor. Prasyarat dasar kearah itu tentu terukur dalam bangkitnya kesadaran ideologis secara kolektif, yang pada gilirannya akan melahirkan loyalitas, integritas dan dedikasi kepemimpinan partai di semua tingkatan. Sebangun dengan hal itu, DPP PDI Perjuangan ingin mewujudkan kepemimpinan partai yang memahami ideologi secara radik, mampu bekerja dengan militansi yang membumi bersama rakyat dan bersama-sama rakyat juga memanifestasikan cita-cita kesejahteraan.

Jika dipandang sebagai suksesi kepartaian, maka tugas beratnya bukan pada mengakomodasi keinginan-keinginan seseorang atau kelompok yang terus melakukan penetrasi untuk dipilih atau ditetapkan sebagai calon pemimpin, namun justru kapasitas dan kompetensi seseorang/kelompok untuk bisa menjalankan kepengurusan partai di tingkat kecamata, kelurahan dan RW. Ada 12 Kecamatan di Bekasi dengan 56 Kelurahan dan 1013 RW. Merujuk pada Peraturan Partai Nomor 09 Tahun 2019 tentang komposisi kepengurusan di level PAC terdiri dari 11 orang, Ranting 7 orang dan Anak Ranting 5 orang maka akan ada 5.589 orang yang memangku kepengurusan partai. Dalam kerangka yang normatif, Kota Bekasi memiliki petugas partai yang mampu menjangkau khalayak umum sebagai mesin politik yang kuat (bahkan sangat kuat). Dengan catatan itu, sudah semestinya pimpinan rapat malam ini harus dapat menangkap momen konsolidasia malam ini sebagaimana di atur dalam PP 09/2020 untuk menguatkan terbentuknya kepengurusan yang mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program dan mantap sumber daya dalam rangka memperkuat fungsi partai sebagai Partai Pelopor. Diharapkan juga dapat melahirkan kepengurusan yang struktur partai ideologis, mengakar kuat di tengah rakyat, adaptif terhadap perkembangan jaman, dan sesuai dengan kultur dan natur masing-masing daerah. Ditambahkan juga dapat mempedomani penyelenggaraan rapat dengan azas keadilan, kebangsaan, kenusantaraan, Bhinneka tunggal ika dan keseimbangan, keserasian serta keselarasan.

Dengan demikian, yang perlu mendapat catatan adalah otorisasi kepemimpinan rapat yang terbebas dari kepentingan-kepentingan sepihak yang justru menegasikan pedoman kepemimpinan rapat-rapat itu. Jangan sampai terjebak dalam “ewuh pakewuh” atau bahkan “agen ambigu” dan hal lain yang secara non teknis memberlakukan pendekatan politik diluar aturan baku.

Jika itu terjadi, maka hanya mendapat eporia sesaat dalam kontruksi struktural yang serampangan serta menjungkirbalikkan fatsun politik. Dengan predikat partai yang mendapatkan sertifikasi ISO 9001 berarti memiliki akreditasi dalam manajemen mutu keorganisasian. Apalah artinya jika perekrutan sebagai kepemimpinan yang kuat justru menjadi pola rekruitmen yang meminggirkan kader-kader potensial dan manampung “titipan” hanya karena tunduk pada hirakisme. Semoga integritas dan kredibiltas para pemangku otoritas rapat malam ini mampu mengejawantahkan amanat Kongres V PDI Perjuangan beserta intruksinya untuk rapat penjaringan malam ini sebesar-besarnya demi menjaga kewibawaan partai, cita-cita partai dan memenuhi panggilan serta kerja-kerja ideologis.

Selamat melaksanakan kerja ideologis dan melahirkan struktur partai yang kuat ideologis, berintegritas, militan yang berkarakter, loyalis yang radik dan tak berjarak dengan rakyat.(Red)

Merdeka !!!

HENU SUNARKO

(Anggota BP-PEMILU PDI Perjuangan Jawa Barat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here