You are here
Home > Hukum > KPK MINTA MAAF SAJA, JANGAN MERASA BENAR

KPK MINTA MAAF SAJA, JANGAN MERASA BENAR

-Jakarta-

Diskusi Indonesia Law Reform Institute yang bertajuk ‘Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?’ di Warung Komando, Tebet Jakarta Selatan, Minggu (19/01) dihadiri oleh tim kuasa hukum DPP PDIP, Maqdir Ismail, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo, politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan pakar komunikasi politik Emrus Sihombing serta pakar hukum pidana pencucian uang yang juga Ketua Pansel KPK 2019 Yenti Ganarsih.

Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu membantah pihaknya menolak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat akan menggeladah kantor PDIP.

Ia pun memutar rekaman CCTV saat penyelidik lembaga antirasuah itu datang ke markas banteng. Kata Adian, dalam CCTV berdurasi singkat itu tampak penyidik menggenakan masker menolak untuk menunjukkan surat tugas saat ditanyai satgas pengamanan kantor PDI Perjuangan.

Video berdurasi sekitar 13 detik itu memperlihatkan enam orang pria yang sedang berdiri di halaman parkir basement. Mereka adalah penyidik dari KPK yang sedang berbincang dengan pihak petugas keamanan markas banteng gemuk moncong putih.

Adian Napitupulu minta KPK dan media massa klarifikasi.

“Nah saya minta KPK klarifikasi, kenapa? apa yang disampaikan oleh media massa ketika memang tidak terjadi seperti itu. Maka masing-masing pihak harus menjelaskan sesuai dengan fakta, tanpa ditambah-tambahin dan tanpa dikurang-kurangin,” tegasnya.

Adian menantang KPK untuk menunjukkan bukti video saat adanya upaya penghalang oleh pihak keamanan kepada penyelidik KPK.

Menurut Adian, seharusnya KPK meminta maaf atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa PDIP menolak kantornya digeledah atau disegel lembaga antirasuah.

“Dewas KPK juga menyampaikan bahwa upaya penyegelan dan penyitaan di Kantor DPP PDIP itu belum mendapat izin. Minta maaf saja, jangan merasa besar. Minta maaf membuktikan kita sebagai manusia yang punya rasa bersalah,” pungkas Adian.(Red)

Leave a Reply

Top