-Bone, Sulawesi Selatan-

Baru saja selesai melakukan Otentikasi Barang-Barang Berharga milik Kerajaan Gowa, Team Ahli dari Jakarta kembali mendapat tugas yang diberikan oleh Kapolda Sulawesi Selatan Anton Charliyan agar segera berangkat ke Kabupaten Bone untuk melakukan hal yang sama yang dilakukan di Kabupaten Gowa, yaitu melakukan Otentikasi terhadap objek Barang-Barang Berharga dan melakukan konfirmasi terhadap kebenarannya serta membubuhkan tanda kepada Barang-Barang Berharga Peninggalan Kerajaan Bone.

Atas Perintah Kapolda tersebut maka Team yang seharusnya kembali ke Jakarta segera berangkat menuju Kabupaten Bone keesokan harinya Rabu 21 September 2016, agar pekerjaan lain di Jakarta juga bisa diselesaikan sesuai jadwal yang sudah ada. Team yang beranggotakan beberapa orang personel yang di Ketuai Elias Christian Medellu,Wakil Ketua Teguh Jaya Supena dan Bapak Indrio Tjahyo sebagai Konsultan Produk serta Dicky Machruzar yang mendapat kepercayaan sebagai perwakilan dari pihak media dan 2 Personel Perwakilan Makassar, melakukan perjalanan darat sekitar 250km dari Kota Makassar menuju Kabupaten Bone.

Sesampainya di Bone, team Otentikasi langsung menuju ke Museum La Pawawoi – Kesultanan Bone Jalan M.H. Thamrin,Bone Sulawesi Selatan dan disambut langsung A.Promal Pawi Kasubag Humas PemKab Bone,Camat Tanete Riattang A. Sharuddin dan Pengelola Museum A. Baso Bone,Keberadaan museum yang berada didalam kota yang bersebelahan dengan Rumah Jabatan Kapolres Bone membuat museum tersebut menjadi tempat yang mudah dicari dan meeting point untuk dijangkau.Saat memasuki ruangan depan Museum yang dikelola oleh Pemerintahan Kabupaten setempat membuat kagum sebab dikelola dengan baik dan serius, hal ini tampak dari kebersihan dan keteraturan tata letak penempatan barang-barang bersejarah yang disusun sesuai dengan era kepemerintahan dan kegunaan pada zaman nya. Tata letak dan keteraturan tata letak ini menandakan bahwa barang-barang Sejarah Peninggalan Kerajaan Bone dirawat dengan baik sehingga jejak-jejak sejarah yang ditinggalkan bisa dengan mudah dikenali oleh masyarakat umum dan Masyarakat Adat pada khususnya.

Kabag Humas Pemkab Bone,A. Promal Pawi menerangkan kepada Awak Media MPB bahwa didalam museum bukan saja berisi barang-barang sejarah yang diserahkan ke Pemerintah melainkan juga berisi barang-barang sejarah titipan dari koleksi pribadi milik perseorangan yang ditempatkan di museum untuk dikelola dan dijaga oleh Pemerintah Kabupaten Bone.Senada dengan Kabag Humas,Camat Tanette Riatang,Andi Saharuddin S. STP, M.SI yang merupakan Camat setempat mengatakan bahwa kuatnya budaya Paternalistic di Bone menambah nilai positif dalam menjaga kelestarian budaya di Kota Bone dimana benda-benda tersebut dapat diketahui asal dan muasalnya serta jejak-jejak yang jelas karena latar belakang barang-barang tersebut dimiliki oleh Silsilah/Trah yang jelas dari Kesultanan Bone.

Sulawesi Selatan yang memang kaya akan nilai-nilai sejarah dimana dimasanya banyak terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang penuh dengan barang-barang peninggalan sejarah,hal ini bisa dijadikan suatu acuan destinasi bagi para generasi muda bangsa Indonesia agar kemudian dapat dijaga, dilestarikan dan diteruskan kepada generasi selanjutnya sebab nilai-nilai sejarah  yang tak lekang oleh waktu ini merupakan kekayaan budaya yang patut dibanggakan. Pemerintah lokal yang menaungi masyarakat maupun lembaga Adat setempat harus berkolaborasi dan bersinergi menjadi suatu kesatuan utuh yang tak terpisahkan agar kepentingan yang lebih besar yaitu pelestarian budaya nusantara tidak punah dan lenyap akibat dari pembiaran-pembiaran sepihak atau ego sektoral bahkan penjarahan dari pribadi ataupun yang mengatasnamakan golongan padahal sebenarnya hanya memuaskan hasrat libido demi keuntungan pribadi maupun golongan.(Mac).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here