RESES HARI TERAKHIR, MAS WARAS SIAP MENJADI JEMBATAN POLEMIK KS-NIK

-Kota Bekasi-

Dihari Terakhir Reses Pertamanya yang kali ini berlokasi di Bintara, Bekasi Barat, Mas Waras(panggilan akrab) melakukan silaturahmi dengan para konstituen nya. Ditengah gerimisnya cuaca, tak menyurutkan langkah para konstituen untuk menghadiri acara reses tersebut. Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta reses dilakukan sesuai waktu yang ditentukan.

Dalam acara sharing dengan para konstituen nya, polemik KS-NIK menjadi tema sentral yang dibahas, Mas Waras dengan tegas mengatakan bahwa tumpang tindih KS dalam hal perundang-undangan harus secepatnya diselesaikan. Rekomendasi KPK harus juga jadi acuan dalam melangkah, kata dia.

“Di Pusat ada KIS dan BPJS PBI, di Kota Bekasi ada KS-NIK, potensi double anggaran untuk ini punya peluang yang sangat besar, belum lagi Kita bicara mengenai dana Kapitasi yang juga digelontorkan oleh pemerintahan pusat, jadi harus dibedah betul ini. Harapan saya baik eksekutif maupun para anggota legislatif untuk sama-sama menyelesaikan persoalan ini dan membangun Kota Bekasi yang kita cintai ini. Saya sebagai DPRD Provinsi siap membantu baik menjembatani ke Provinsi maupun Pemerintah Pusat bila memang dibutuhkan,” tegas Mas Waras.

Lebih jauh Mas Waras berkata bahwa efek dari KS-NIK yang terus dipaksakan sudah dirasakan oleh para PNS dan honorer dengan pemotongan TPP(Tambahan Penghasilan Pegawai), terbaru adalah belum dibayarnya insentif RT/RW, Marbot dan PKK, bukan tak mungkin akan meluas ke sektor lain. “Permasalahan anggaran ini harus benar-benar serius dibedah”, pungkas anggota DPRD Provinsi 2 periode dari fraksi PDI Perjuangan, Waras Wasisto.

Reses yang selesai sekita pukul 21.30 diakhiri dengan doa bersama, Mas Waras berjanji akan mengawal aspirasi para warga baik pada tingkat Kota Bekasi sampai pada tingkat Provinsi Jawa-Barat.(Mac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *