NASIB SANG WARTAWAN, KONFIRMASI BERBUAH INTIMIDASI

-Kota Bekasi-

Tak jarang Kita mendengar bahwa awak media atau wartawan atau juga Jurnalis sering mendapat ancaman dan intimidasi, perlakuan yang tak wajar bahkan mengalami kekerasan saat melakukan pekerjaan nya, bahkan ada yang sampai kehilangan nyawanya bila bersinggungan dengan mereka yang merasa bisa membeli nyawa seseorang. Kejadian pembunuhan wartawan yang masih segar di-ingatan adalah pembunuhan 2 wartawan di Labuhan Batu, Sumatera Utara.


Menjadi seorang dengan profesi wartawan memang tak mudah, kekritisan pola pikirnya sering membawa wartawan kepada kondisi yang membahayakan jiwanya, sebut saja bila wartawan berusaha membuka suatu konspirasi dimana didalamnya terdapat para pejabat publik, pengusaha dan lain sebagainya, maka imbalan dari kekritisan tersebut adalah ancaman dan kekerasan yang bisa saja berujung kematian terhadap wartawan tersebut. Seperti kasus diatas contohnya.

Terbaru di Kota Bekasi, Yudhi salah seorang Wartawan radarnonstop.co mengaku dirinya diancam oleh Lurah Pekayon terkait pemberitaan “Wow!!! Lurah Pekayon Jaya Diajak Tour Ke China?”.

Yudhi menjelaskan, pemberitaan yang dibuatnya pada Rabu, 13 Oktober 2019 terkait pemberitaan dugaan Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari atau yang akrab disapa Jidor diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mencoba mengkonfirmasi namun tidak di gubris.

“Rabu, 13 Oktober 2019 berita itu saya buat. Dan sebelumnya saya coba mengkonfirmasi yang bersangkutan lewat WhatsApp dengan pertanyaan-pertanyaan terkait keikutsertaannya ke China namun tak satupun dijawab. Dan tanggal 15 Oktober dia (Lurah Jidor) baru ngerespon,” terang Yudhi kepada pihak media (15/11).

Yudhi menjelaskan bahwa setelah rutin melakukan konfirmasi, jawaban yang diterimanya malah kata-kata intimidasi.

“Salah satu isi balasan Lurah Pekayon, ‘saya sikat’ jelas itu bentuk intimidasi terhadap wartawan. Padahal kita berkerja sesuai UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers ini saya malah diancem saat konfirmasi sesuai sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik itu landasan kita mencoba konfirmasi yang bersangkutan,” tegasnya.

“Ini bentuk ketidak profesionalan dan arogansi para pejabat yang anti kritik sehingga timbul pengancaman terhadap wartawan. Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam, tapi karena dia meminta Dewan Pers untuk memberikan Hak Jawab, itu akan saya lakukan bersamaan dengan saya akan melapor ke Polda Metro Jaya sesuai dengan KUHP Pasal 368 ayat 1 agar para pejabat tidak ada lagi pengancaman terhadap wartawan,” ungkap Yudhi.

Adapun isi berita tersebut, Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari atau yang akrab disapa Jidor diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Jelas, aksi ancaman tersebut merupakan bentuk ketidak transparansinya para pemangku jabatan selaku figur Publik terlebih sebagai Abdi Negara yang menunjukkan sebuah sikap arogansi pejabat di Pemerintah Kota Bekasi.(Mac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *