-Kota Bekasi-

Viralnya berita sampai tingkat nasional tentang ormas (Organisasi Masyarakat) yang berdemo disebuah usaha bisnis yaitu toko modern di Jalan Raya Narogong yang menimbulkan stigma dikalangan masyarakat umum bahwa “Bekasi Kota Preman” tak ayal membuat pemerintahan Kota Bekasi gerah dan langsung mengadakan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers yang dihadiri oleh Dandim, Kapolres dan Perwakilan Ormas.

Berawal dari status Pieter F Gontha, Enterpreupner dan juga mantan Duta Besar RI untuk Polandia menjadi viral, tak kurang ada sekitar 1.692 status tersebut dibagikan dan dalam status tersebut memberitakan bahwa para Dubes ditelepon oleh para investor terkait masalah keamanan mengenai penanaman modal dalam iklim investasi terganggu akibat kejadian tersebut, ditambah juga akun twitter @kurawa sebagai salah satu selebritis twitter pun memberitakan hal yang sama, bahwa kejadian tersebut sudah menjadi perhatian dunia internasional sontak membuat Kota Bekasi menjadi pokok pembicaraan diberbagai kalangan. Citra yang ditorehkan pun seketika membuat Kota Bekasi adalah Kota yang tak aman.

Deni Mohammad Ali, Ketua Gibas Resort Kota Bekasi yang dihubungi oleh jurnalis melalui telepon gengamnya mengungkapkan bahwa berita yang beredar tersebut cenderung menggiring opini bahwa Premanisme marak di Kota Bekasi, dirinya menampik bahwa Ormas tak identik dengan preman, ormas mempunyai Ad/Art dan mengikuti mekanisme dan prosuder undang-undang yang berlaku seperti SK Menhumkam, SIUP dan lain sebagainya, “jadi jangan persepsikan ormas tersebut adalah preman, jelas bedanya, paparnya.

Lebih jauh Deni juga menyatakan bahwa terkait kejadian demo tersebut tidak ada kericuhan, hanya menyampaikan aspirasi dan juga sudah mendapat izin dari pihak yang berwajib sebelumnya, “ini artinya merupakan kegiatan yang sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan Kami dibekali oleh surat tugas dari dinas terkait terkait pengelolaan lahan parkir, jadi tolong jernih berpikirnya, sama sekali bukan kelakuan premanisme, jauh dari hal tersebutlah”, tegasnya.

“Ini bukan klarifikasi melainkan membahas kejadian yang sebenarnya, demo yang dilakukan disebabkan oleh pihak pebisnis yang tak taat peraturan, begitu banyak titik parkir yang sudah menjalin kerjasama dengan pihak ormas dan semuanya berjalan dengan baik, tak ada keributan dan hadirnya Kami sebagai penjaga keamanan kenderaan bermotor sekaligus tempat usaha tersebut harus juga jadi perhatian dong, maraknya pencurian ditempat parkir toko/ruko atau tempat bisnis lain menurun drastis, perampokan pun demikian, jadi Saya sayangkan berita tersebut tak berimbang, turunnya angka kriminalitas di Kota Bekasi oleh sebab kehadiran Kami yang tentunya juga bekerja-sama dengan pihak yang berwajib, mohon aspek tersebut jangan juga diabaikan”, pungkas Deni Mohammad Ali.(Mac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here