-Sanur, Bali-

Gagasan Bung Karno mengenai Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) yang dirumuskan oleh Bung Karno di tahun 1959 dan mulai dijalankan antara 1961-1968 merupakan konsepsi memandang gerak bangsa ke arah depan yang lebih visioner.

Ditengah banyak pihak yang menganggap hilangnya arah kebijakan pembangunan nasional, hingga mencoba mengusulkan untuk mengembalikan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Keresahan ini bisa dipahami sebagai orientasi pembangunan yang tak bersifat berkelanjutan dan terstruktur.

Di arena Kongres-V PDI Perjuangan, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono memiliki pandangan yang lebih utuh dalam melihat Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Ada hal yang lebih memiliki akselerasi pembangunan jika konsep PNSB mampu “dilembagakan”, pendekatan strukturalis dirasa menjadi kebutuhan untuk dapat memanifestasikan gagasan pembangunan yang berkarakter Tri Sakti; berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi dan berkeadaban dalam kebudayaan.

“Jika Pola Pembangunan Semesta Berencana di lembagakan, maka dimungkinkan untuk pencapaian target pembangunan yang terkendali oleh kewenangan yang dilekatkan. Saya yakin jika prototype pembangunan semesta berencana di ikuti dengan kewenangan struktural, akan lebih mudah menggerakkan potensi kepartaian dalam partisipatif ideoligis sebagaimana cita-cita Bung Karno dalam Tri Sakti atau Pidato yang diberi judul Penemuan Kembali Revolusi Kita itu adalah pidato evaluasi-korektif”.

Menurut Ono Surono, ada prinsip-prinsip yang harus dipatuhi, seperti;
1. Punya arah dan tujuan yang jelas. Cita-cita PPSB adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur 
2.Bersifat “overall planning”, atau segala hal/bidang harus terencana. Makanya disebut pembangunan semesta.
3.PNSB memegang teguh semangat berdikari.
4.Mendorong partisipasi rakyat sebagai tenaga pokok pembangunan.

Posisi politik PDI Perjuangan di pemerintahan hari ini, sekaligus sebagai partai pemenang pemilu secara berturut-turut harus menjadikan kekuatan untuk lebih dapat memformulasikan kebijakan bernegara dalam praktek pembangunan yang berkesinambungan, yang berkarakter Tri Sakti dan dapat langsung dirasakan oleh rakyat kebanyakan.(Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here