Teuku Umar, Jakarta

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Rabu( 24/7-19) berkunjung untuk menerima jamuan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, Prabowo yang didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani tiba dikediaman Megawati Sukarnoputri di Jalan Teuku Umar tepat pukul 12.30WIB, mengenakan batik motif parang berwarna hijau, Prabowo tiba dan langsung disambut Puan Maharani begitu keluar dari mobilnya, sementara Megawati menyambut dari teras rumah bersama beberapa orang dekatnya.

Hadir dalam pertemuan itu juga, Putra Megawati Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristyanto, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Presiden RI Joko Widodo yang sempat terdengar kabar bakal ikut dalam pertemuan tersebut ternyata urung hadir sebab memiliki agenda kenegaraan yaitu menyambut Putra Mahkota Abu Dhabi His Royal Highness Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Prabowo dalam keterangan persnya menyatakan bahwa pertemuan ini adalah pertemuan kekeluargaan dimana memang sudah sangat lama tidak bertemu dan tidak mencicipi nasi goreng kesukaan dan sampai tambah tadi, ungkapnya.

“Perbedaan yang terjadi dalam sebuah koridor politik berdemokrasi adalah perbedaan yang Saya pikir tidak “Prinsip”, artinya yang utama adalah Kami sama-sama Patriot, sama-sama komit bahwa NKRI adalah sebuah Harga Mati, selanjut tali persaudaraan dalam sebuah kerukunan yang perlu terus dijaga dan dirajut bersama, sehingga Kita bisa Membantu masalah-masalah kebangsaan, Saya pikir itu Bu, terima-kasih Nasi Gorengnya dan kalau Ibu ada waktu, Kami juga menunggu Ibu jalan-jalan ke Hambalang”, pungkas Prabowo disambut senyum oleh Megawati Sukarnoputri.

“Itulah keuntunganya menjadi perempuan yang sekaligus menjadi pemimpin dan politisi rupanya ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki nah itu namanya “Politik Nasi Goreng” dan sangat ampuh sehingga bisa melakukan hal-hal dengan cara berdiskusi, tidak ada Koalisi maupun Oposisi, perbedaan itu memang sebuah ruang yang diciptakan dalam sistim Demokrasi, sehingga yang namanya dialog itu sangat dibutuhkan tapi semua komposisi memang hak preogratif Presiden terpilih, Saya dalam kapasitasnya hanya bisa mengusulkan dan memberikan saran, demikian juga teman-teman yang lain, jadi jangan digoreng-goreng ya, rileks sajalah dinegeri tercinta ini menurut Saya dan Beliau(Prabowo) juga setuju, Saya juga sampaikan undangan dengan terlebih dulu memberitahu kepada Mas Prabowo apakah bersedia datang bila Saya undang menghadiri Munas di Bali dan Beliau katakan akan datang”, ungkap Megawati Sukarnoputri dalam keterangan Persnya.

Lebih jauh Sekjend PDI Perjuangan, Hasto menambahkan bahwa pertemuan tadi adalah pertemuan kekeluargaan yang memang sangat dinanti-nantikan oleh segenap komponen bangsa, “tentunya Ibu Megawati Sukarno Putri dengan segala pengalaman yang begitu luas, asam garam politik yang begitu penuh dengan dinamika yang semakin memperkuat “Kristalisasi” Ideologi komitmen terhadap NKRI, Pancasila, Kebhinekaan Infdonesia itu akan memunculkan sebuah rasa tanggung jawab memberikan yang terbaik, Kita bicara design kabinet depan, tentang semangat “Tri Sakti” baru kita bicara orang per orang”, tegas Hasto.(Mach)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here