You are here
Home > Berita Nasional > GAWE KUTA BATA KALAWAN KAWIS

GAWE KUTA BATA KALAWAN KAWIS

Jakarta

Persatuan Pendekar Persilatan Seni Budaya Banten Indonesia(PPPSBBI) Wilayah Koordinator Daerah 1 yang meliputi wilayah DKI Jakarta, Bekasi Kota/Kabupaten dan Kerawang dibawah kepemimpinan Tubagus Hendra Suherman melebarkan sayap organisasinya dengan membentuk koordinator kecamatan(KorCam) di Jakarta Utara, Minggu pagi (21/7-19), acara yang dihadiri sekitar 1500 orang, dihadiri juga unsur Muspida/Muspika maupun unsur DPP.

“Tugas utama Kami, para Pendekar Banten ini sesuai dengan amanat para pendirinya yaitu konsen terhadap 3 hal yaitu Membebaskan Masyarakat dari Kebodohan, Kemiskinan dan Keterbelakangan yang kemudian cita-cita luhur tersebut dirumuskan dalam semboyan GAWE KUTA BATA KALAWAN KAWIS artinya ada semangat luhur untuk membangun Desa, Kota maupun Negara ini dalam semangat Bergotong-Royong dan Kebersamaan, semangat tersebut sangat dijaga dan dilestarikan oleh para Pendekar Banten dimana pada era tehnologi yang semakin berkembang seperti saat ini semangat tersebut pelan-pelan sudah terkikis habis, program nya sendiri PPPSBBI tidak seperti ormas pada umumnya, untuk mengejewantahkan cita-cita luhur itu dalam misinya menjalankan 3 program yaitu, MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN SENI BUDAYA BANTEN PADA KHUSUSNYA DAN SENI BUDAYA INDONESIA PADA UMUMNYA, MELAKUKAN SYIAR AGAMA ISLAM  dan yang terakhir adalah PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI Yaitu Mandiri dalam soal Keuangan dimana itu tercermin dari keberadaan Organisasi ini sendiri yang berkembang dengan sistim Dari Kita, Oleh Kita dan Untuk Kita”, terang Ketua KorDa 1, Tubagus Hendra Suherman.

Bincang siang yang dilakukan awak media di kantor TB Hendra(panggilan akrab) tak terasa sudah memasuki jam makan siang, ini terjadi karena sharing yang menarik dimana banyak hal penting dapat menjadi pelajaran dalam mengelola sebuah organisasi masyarakat, PPPSBBI yang sekarang di pimpin oleh Ketua Umum Tubagus Andika Hazrumy yang juga merupakan Wakil Gubernur Banten Periode 2017-2022, “bela diri, bela bangsa dan bela negara, untuk bela diri tidak hanya sebatas  bicara  ilmu silat, ilmu kebal maupun ilmu kanuragan saja melainkan juga Para Pendekar Banten ini orang per orang ini bisa Menghidupi Dirinya Sendiri kemudian Keluarganya  dalam hal finansial baru kemudian baru bisa melangkah kepada membela desanya kemudian berkontribusi dalam membela bangsa dan negaranya, kalau melihat Pendekar Banten sejatinya mempunyai Adat yang memiliki Adab yaitu mempunyai Etika dan Norma dimana muaranya adalah Alquran dan Hadist, Membela NKRI dan Patuh atau Tunduk terhadap Wong Atuo(Alim Ulama/Sesepuh) jadi kalau ada keramaian/keributan begitu para alim ulama sudah turun bicara dan melerai maka semua kembali normal, yang Saya ingin dalam kepengurusan Saya, Organisasi ini menjadi sebuah pohon yang utuh, mulai dari buah, bunga, ranting, batang maupun akarnya, ibarat sebuah pohon yang bunga yang harumnya menyebar kemana-mana serta menghasilkan buah yang bermanfaat yang bisa dinikmati semua orang dan mengakar kebawah dimana Qur-an dan Hadist sebagai dasarnya, orang hanya sering bersenandung tentang nyanyian yang menggambarkan keharuman dan keindahan sebuah bunga, jarang bahkan Saya tidak mendengar ada lirik lagu mengenai akar, di Banten itu akar atau pondasinya sudah ada, Saya sering bicara pribadi lepas pribadi kepada para Pendekar Banten bahwa “Jadilah dirimu sebaik-baiknya dirimu sekecil apapun untuk menjadi manfaat bagi sesama”, sumbangsih sekecil apapun bisa disumbangsih untuk kebaikan pada sesama”, pungkas TB Hendra menutup akhir wawancara.(Mach)

Leave a Reply

Top