You are here
Home > Berita Daerah > Feature > ANUGERAH KPAI 2019 UNTUK RSUD KOTA BEKASI

ANUGERAH KPAI 2019 UNTUK RSUD KOTA BEKASI

Bekasi Kota

Asklepios( Aesculapius) adalah Dewa pengobatan Putra dari Apollo menurut mitos Yunani Kuno, Asklepios memiliki banyak anak perempuan, antara lain Akesis (obat), Aigle, Iaso (kesembuhan), Higeia atau Higieia (kesehatan), Ianiskos dan Panakeia (penyembuhan), kemampuan Asklepios untuk menyembuhkan segala macam penyakit, dan bahkan menghidupkan kembali orang mati, pada akhirnya berakibat buruk bagi dirinya, Zeus membunuhnya dengan petir karena khawatir Asklepios akan merusak keseimbangan kehidupan dan kematian. Apollo marah dan membalas kematian putranya dengan membunuh salah satu Kiklops, yang membuat petir Zeus, meskipun telah membunuh Asklepios, Zeus menaruh tongkat Asklepios di angkasa sebagai rasi bintang Ophiuchus – “Pawang ular”, simbol Asklepios adalah ular, yang terlihat melilit tongkatnya, mungkin dari situlah asal usul simbol ular melilit gelas dalam simbol pengobatan setiap apotik yang ada sekarang.

Sebagai salah satu pilar penting kebutuhan Primer, Kesehatan di Kota Bekasi mendapat perhatian yang sangat penting, ini terbukti dengan diluncurkan nya Kartu Sehat yang mengcover seluruh biaya kesehatan untuk warganya dari semua strata sosial, baik mampu ataupun tidak mampu, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Bagian B yang menyatakan: Bahwa setiap kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia, serta peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional.

Keputusan Walikota Bekasi dalam bidang kesehatan ini harusnya diteladani oleh setiap kepala daerah yang ada di Indonesia, keputusan berani dalam bidang Kesehatan ini menolong banyak warga yang terpapar sakit maupun kecelakaan, ratusan testimoni pun bermunculan dari warga Kota Bekasi mengenai program yang pro rakyat ini, walau dalam aplikasi program tak serta merta berjalan mulus, alokasi APBD 2018 murni sebesar Rp 170 miliar terjadi peningkatan yang dipicu oleh membengkaknya kebutuhan anggaran KS-NIK sepanjang 2018 yang mencapai Rp 419,7 miliar, program yang banyak menolong warga ini tak harus dihentikan dan harus dilanjutkan serta terus menerus di evaluasi sampai sempurna.

Dalam kesempatan bertemu langsung dengan Direktur RSUD Chasbullah Abdulmajid, dr Kusnanto Saidi MARS menyatakan bahwa keberhasilan Program Kartu Sehat punya alat ukur yang nyata, yaitu menurun nya tingkat kematian khususnya pada bayi dan anak-anak, “Kami berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin untuk terus menerus memberikan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat Bekasi, mudah-mudahan Masyarakat bisa memberikan penilaian sendiri terhadap kinerja pelayanan Kami, dalam bidang pelayanan Kami sudah meluncurkan program “SITARO” yaitu Siap Antar Obat bagi para penderita penyakit tanpa perlu lagi meng-antri atau menunggu lama di apotik RSUD, walau belum sempurna dan masih menjangkau 4 Kecamatan, kedepan Kami akan melayani 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi, efeknya bisa terlihat langsung di depot obat, yang biasa banyak sekali mengantri untuk mengambil obatnya, sekarang terjadi penurunan yang signifikan sampai 50%”, terangnya.

RSUD Kota Bekasi yang baru-baru ini mendapat penghargaan dari Komite Perlindungan Anak Indonesia(KPAI) berupa Anugerah KPAI 2019 Yang Diberikan Kepada Pemerintah Kota Bekasi Melalui RSUD Kota Bekasi Dengan Kategori Layanan Kesehatan Ramah Anak ini terus berbenah baik dalam bidang pelayanan maupun kelengkapan alat kesehatan serta penambahan ruangan, semoga langkah positif dibidang kesehatan ini bisa menjadi role mode bagi daerah lain dan Kota Bekasi terus berbenah bukan hanya dalam bidang kesehatan saja melainkan dalam segala bidang kebutuhan masyarakat seperti Pendidikan, Sandang, Pangan dan Rumah Tinggal. (Mach)

Leave a Reply

Top